A. Kedatangan Bangsa-Bangsa Asing di Indonesia
- Motivasi Kedatangan:
- Rempah-rempah: Indonesia, terutama Maluku, adalah “gudang” rempah-rempah berharga seperti pala, cengkeh, dan lada. Rempah-rempah ini sangat diminati di Eropa untuk mengawetkan makanan, sebagai bumbu masakan, bahkan sebagai obat-obatan. Nilai jualnya yang tinggi mendorong bangsa-bangsa Eropa untuk mencari sumbernya langsung.
- 3G (Gold, Glory, Gospel): Selain rempah-rempah, bangsa Eropa juga datang dengan motivasi 3G:
- Gold (kekayaan): Mencari emas, perak, dan sumber daya alam lainnya untuk meningkatkan kekayaan negara mereka.
- Glory (kejayaan): Mencari kekuasaan dan memperluas wilayah jajahan untuk meningkatkan prestise negara mereka.
- Gospel (penyebaran agama): Menyebarkan agama Kristen ke wilayah-wilayah baru, termasuk Indonesia.
- Bangsa-Bangsa Asing yang Datang:
- Portugis:
- Tiba pertama kali di Malaka pada abad ke-16 dengan tujuan awal berdagang.
- Ambisi mereka berkembang, ingin menguasai jalur perdagangan dan wilayah penghasil rempah-rempah.
- Berhasil menguasai Malaka dan Maluku selama hampir satu abad.
- Spanyol:
- Mendarat di Tidore, Maluku.
- Termotivasi oleh 3G, mencari kekayaan, kejayaan, dan menyebarkan agama.
- Terlibat dalam persaingan antara Ternate dan Tidore, mendukung Tidore.
- Belanda:
- Tiba di Banten pada tahun 1596, awalnya untuk berdagang.
- Membentuk VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) untuk memonopoli perdagangan.
- VOC memiliki hak istimewa, seperti mencetak uang dan memiliki tentara sendiri.
- VOC dibubarkan pada tahun 1799 karena korupsi dan inefisiensi.
- Belanda kemudian mengambil alih kekuasaan langsung atas Indonesia dan menjajah selama hampir 350 tahun.
- Inggris:
- Juga datang mencari rempah-rempah.
- Sempat menguasai beberapa wilayah, tetapi kemudian digantikan oleh Belanda.
- Penjajahan Inggris di Indonesia relatif singkat dibandingkan Belanda.
- Portugis:
- Dampak Kedatangan Bangsa Asing:
- Positif:
- Memperkenalkan teknologi baru seperti mesin cetak, persenjataan, dan sistem transportasi modern.
- Membuka jalur perdagangan internasional, memperluas akses pasar bagi komoditas Indonesia.
- Meningkatkan perekonomian di beberapa daerah yang terlibat dalam perdagangan.
- Memperkenalkan sistem pendidikan dan kesehatan modern.
- Negatif:
- Monopoli perdagangan yang merugikan pedagang lokal dan menghambat perkembangan ekonomi Indonesia.
- Penjajahan dan eksploitasi sumber daya alam yang mengakibatkan penderitaan dan kemiskinan rakyat.
- Hilangnya kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.
- Perubahan struktur sosial dan budaya masyarakat Indonesia.
- Positif:
B. Macam-Macam Perlawanan
Rakyat Indonesia tidak tinggal diam menghadapi penjajahan. Berbagai bentuk perlawanan muncul, baik secara fisik maupun melalui organisasi.
- Perlawanan Kedaerahan: Perlawanan yang dipimpin oleh tokoh-tokoh lokal di daerah masing-masing.
- Perang Diponegoro (Perang Jawa):
- Dipimpin oleh Pangeran Diponegoro melawan Belanda (1825-1830) di Jawa Tengah.
- Penyebab: Ketidakpuasan terhadap kebijakan Belanda, seperti pajak tinggi, pembangunan jalan di tanah leluhur, dan campur tangan dalam urusan kerajaan.
- Taktik gerilya: Menyerang tiba-tiba dan menghilang di hutan, membuat Belanda kesulitan.
- Belanda menggunakan strategi Benteng Stelsel (membangun banyak benteng) dan berhasil menangkap Pangeran Diponegoro.
- Perang Padri:
- Terjadi di Minangkabau, Sumatera Barat (1803-1838).
- Berawal dari konflik internal antara kaum adat dan kaum Padri tentang praktik keagamaan.
- Belanda ikut campur dengan mendukung kaum adat, namun akhirnya ingin menguasai wilayah tersebut.
- Dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol, juga menggunakan taktik gerilya.
- Belanda berhasil menguasai wilayah tersebut setelah perang yang panjang dan melelahkan.
- Perang Diponegoro (Perang Jawa):
- Masa Pergerakan Nasional: Perlawanan yang dilakukan secara terorganisir dan nasionalis.
- Latar belakang:
- Penderitaan rakyat akibat penjajahan yang berkepanjangan.
- Munculnya golongan terpelajar yang terpengaruh oleh ide-ide nasionalisme dan demokrasi dari luar negeri.
- Kebangkitan nasional di negara-negara tetangga seperti Filipina dan India.
- Organisasi-organisasi:
- Budi Utomo (1908): Organisasi pertama yang bersifat modern, fokus pada pendidikan dan kebudayaan.
- Sarekat Islam (1911): Awalnya organisasi pedagang Muslim, kemudian berkembang menjadi gerakan nasionalis yang besar.
- Muhammadiyah (1912): Organisasi Islam yang fokus pada pendidikan, sosial, dan keagamaan.
- Indische Partij (1912): Organisasi yang memperjuangkan kesetaraan antara orang Indonesia dan Eropa.
- Partai Komunis Indonesia (PKI) (1920): Partai yang memperjuangkan hak-hak buruh dan petani, sempat menjadi partai besar namun kemudian dilarang.
- Partai Nasional Indonesia (PNI) (1927): Partai yang dipimpin oleh Soekarno, bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia.
- Tujuan: Mencapai kemerdekaan Indonesia melalui perjuangan politik, diplomasi, dan peningkatan kesadaran nasional.
- Peristiwa Penting:
- Sumpah Pemuda (1928): Ikrar pemuda-pemudi Indonesia untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, yaitu Indonesia. Ini menjadi tonggak penting dalam pembentukan identitas nasional Indonesia.
- Latar belakang:
- Perlawanan terhadap Penjajahan Jepang:
- Kedatangan Jepang: Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942 setelah mengalahkan Belanda dalam Perang Dunia II.
- Awalnya disambut baik: Rakyat Indonesia berharap Jepang akan membebaskan mereka dari penjajahan Belanda.
- Kenyataan Pahit: Jepang ternyata melakukan eksploitasi dan kekejaman yang lebih parah dari Belanda.
- Bentuk Perlawanan:
- Perlawanan fisik: Pemberontakan bersenjata di berbagai daerah, seperti perlawanan PETA di Blitar dan perlawanan rakyat Aceh.
- Perlawanan non-fisik: Melalui organisasi bawah tanah, propaganda, dan penyebaran semangat nasionalisme.
- Peristiwa Penting:
- Penderitaan Rakyat: Romusha (kerja paksa), pengambilan hasil pertanian, perbudakan seksual (jugun ianfu), dan kekerasan militer menyebabkan penderitaan dan kematian banyak rakyat Indonesia.
- Pembentukan BPUPKI dan PPKI: Jepang membentuk badan-badan ini seolah-olah untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, namun sebenarnya bertujuan untuk kepentingan perang mereka sendiri.
- Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki: Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II setelah bom atom dijatuhkan oleh Sekutu membuka peluang bagi Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan.
!SILAKAN ANAK - ANAK DISALIN DIBUKU CATATAN KALIAN !